|
| Add caption |
Mara Oloan Sihombing (59), pengusaha bibit UD Muatiara Hijau, kepada MedanBisnis, Rabu (6/2) mengatakan, penjajakannya dalam mengeksplorasi jenis-jenis varietas unggul di Tapanuli Selatan (Tasel) sudah dilakukannya sejak dua tahun belakangan. Namun, sekitar Maret 2010, baru mengetahui khabar bahwa di dalam satu desa ada terdapat dua buah pohon karet yang mampu menghasilkan getah hingga 15 liter. Setelah ditinjau ke lokasi, kedua pohon karet tersebut memperlihatkan beberapa keanehan dibandingkan dengan pohon karet pada umumnya. Di antara keanehannya, pohon ini tidak pernah menghasilkan buah atau kalatak, pada musimnya pohon hanya menghasilkan bunga, kulit batang bersirip model kayu akasia, diameter batang mencapai 70 cm dengan deras air getah menetes satu hari penuh. Dimana penyadapan dilakukan sekali tiga hari. Menurut Sihombing yang pernah bekerja delapan tahun mengabdi di Balai Benih Utama (BBU) Dinas Pertanian Sumut dan pernah berbisnis tanaman hias di Medan, menjelaskan di dunia ini, baru kali ini dia mendengarkan dalam satu pohon bisa menghasilkan getah karet dengan produksi 7,5 liter per batang dalam satu harinya. “Karena kedua pohon ini tidak memproduksi buah, sistim perkawinannya dilakukan melalui sistim perkawinan batang atau okulasi. Awalnya pohon ini dipangkasi untuk ditunas selama 8 bulan, kemudian 25 hari ditunggu proses okulasi dengan masa penungguan 2,5 bulan di polyback, jika berhasil baru ditanami,” katanya. Dia mengaku, proses pembuatan bibit itu memakan waktu sekitar satu tahun dengan rincian 6 - 8 bulan masa penanaman batang bawah, delapan bulan proses pembuatan mata tidur atau entres. Selanjutnya proses perkawinan antara mata tidur dengan batang bawah dilakukan menunggu waktu 21 hari dan 3,5 bulan menuju persiapan siap tanam. Karena induknya super, maka harga per bibitnya dipatok Rp 50.000 per batang. Menurutnya, dia telah berhasil menjual 1.000 batang dengan pesanan tunggu sebanyak 2.000 batang. Dari persiapan pembibitan yang dilakukan saat ini, ada sekitar 260 batang yang akan bisa menghasilkan ribuan batang bibit baru, dengan perbandingan dalam satu batang akan menghasilkan 80 bibit baru baru yang ketinggiannya mencapai tiga meter hingga empat meter. Menurutnya di April 2013 nanti, 260 batang ini siap untuk dikawinkan. Pengusaha Mutiara Hijau yang telah mempunyai empat orang karyawan terlatih ini, mengatakan masih banyak petani rakyat yang belum tahu jenis dari bibit unggul. Selama ini bibit yang digunakan tidak sempurna sehingga hasil produksinya tidak memuaskan. Untuk itu, Mara Oloan Sihombing selaku yang hidup di perantauan pulang kampung dalam upaya mendongkrak penghasilan petani. “Kasihan kita sama petani rakyat, capek-capek mereka menggarap lahan, namun hasilnya tidak memuaskan. Untuk itu, perlu kita berikan pencerahaan pandangan bagaimana bertanam karet yang tepat. Lahan tak perlu banyak, cukup satu sampai dua hektar, tapi bibitnya harus dari varietas unggulan, maka prodksi akan memuas kan,” katanya. (ck 03) Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/02/07/11394/mutiara_hijau_produksi_bibit_karet_unggul/

1 komentar:
sa
Posting Komentar